KABUPATEN KEEROM WILAYAH PERBATASAN REPUBLIK INDONESIA-PAPUA NEW GUINEA

Distrik Arso Timur

1. Geografis

Secara geografis Distrik Arso Timur terletak pada posisi 1400 521 31.8811 Bujur Timur dan 020 551 50.8411 Lintang Selatan. Di mana pada sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Muara Tami, selatan berbatasan dengan Distrik Waris dan Senggi, sebelah barat berbatasan dengan Distrik Arso, dan sebelah Timur dengan Negara Papua New Guinea. Dengan total luas wilayah pada Distrik Arso Timur sebesar 461,16 Km2 . Kampung Skofro memiliki wilayah terluas yaitu 79,96 Km2 atau sebesar 17,34 persen dari total luas wilayah pada Distrik Arso Timur. Sedangkan Kampung Wambes merupakan daerah yang memiliki wilayah terkecil dengan luas hanya 7,44 Km2 atau sebesar 0,16 persen dari total luas Distrik Arso Timur.

Kampung Wembi memiliki jarak terjauh dari Ibukota Distrik yaitu sepanjang 42 Km dan dengan kendaraan roda 2 berkecepatan rata-rata 40-60 Km/jam, dapat ditempuh dengan waktu 1 jam 40 menit. Sedangkan jarak terdekat adalah Kampung Yetty yaitu sejauh 1 Km dan dengan kendaraan roda 2 berkecapatan rata-rata 40-60 Km/jam, dapat ditempuh dengan waktu 5 menit.

Distrik Arso Timur memiliki luas lahan bukan sawah sebesar 1025,9 Ha dan lahan sawah seluas 20 Ha yang berada di Kampung Wonorejo.

Ketinggian Distrik Arso Timur berkisar antara 109,42-279,20 meter di atas permukaan laut. Pyawi adalah kampung tertinggi dari permukaan laut, sedangkan yang terendah adalah Kampung Kriku. Berdasarkan catatan dari Balai Meteorologi dan Geofisika, pada tahun 2010 jumlah curah hujan di Distrik Arso sebesar 2.015 mm. Hari hujan sepanjang 2010 sebanyak 155 hari.

2. Pemerintahan

Distrik Arso Timur memiliki 11 daerah kampung yang sudah Definitif kesemuanya diklasifikasikan sebagai kampung Swadaya, yang memiliki SLS sebanyak 12 RW/RK, 50 RT. Dari seluruh kampung tersebut Kampung Wonorejo memiliki RT terbanyak yaitu 16 RT. Hanya Kampung Suskun yang memiliki dusun sebanyak 2 dusun. Pada Distrik Arso Timur memiliki personil keamanan, meliputi Pelindung Masyarakat (Linmas) yang berjumlah 45 orang dan Bintara Pembina Masyarakat (Babinsa) sebanyak 2 orang. Jumlah perangkat kampung pada tahun 2010 di Distrik Arso Timur adalah 11 orang Kepala Kampung, 4 orang Sekretaris Kampung dan 44 Orang Kepala Urusan.

3. Kependudukan dan Ketenagakerjaan

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 jumlah penduduk Distrik Arso Timur adalah 4.766 jiwa. Penduduk laki-laki merupakan populasi terbesar yaitu 2.719 jiwa atau sebesar 57,05 persen, sedangkan penduduk perempuan berjumlah 2.047 jiwa atau 42,95 persen dari seluruh penduduk di Distrik Arso Timur. Dengan luas wilayah sebesar 461 Km2 berarti kepadatan penduduk nya hanya mencapai 10. Artinya setiap 1 km2 dihuni oleh 10 orang penduduk. Jumlah rumah tangga di Distrik Arso Timur sebanyak 1.034 rumah tangga, jumlah terbanyak terdapat di Kampung Wonorejo sebanyak 382 atau 36,94 persen dari jumlah rumah tangga yang ada pada Distrik Arso Timur, sedangkan Kampung Kriku memiliki jumlah rumah tangga terkecil sebanyak 18 rumah tangga atau 1,74 persen dari jumlah rumah tangga yang terdapat di Distrik Arso Timur. Sektor usaha utama yang paling banyak dilakukan oleh rumah tangga di Distrik Arso Timur adalah sektor usaha pertanian (85,84%). Industri merupakan sektor usaha terkecil di Distrik Arso Timur (0,83%).

4.1. Pendidikan

Infrastruktur Pendidikan pada Distrik Arso Timur perlu terus mendapat perhatian terutama Penyediaan sarana fisik pendidikan berupa tenaga guru dan jumlah sekolah yang memadai merupakan hal yang penting yang harus tersedia dalam rangka peningkatan partisipasi penduduk usia sekolah terhadap pendidikan. Hasil survey PODES pada 2011 terdapat 6 SD Negeri dan 2 SD swasta, serta baru terdapat 1 SLTP Negri dan 1 SLTP swasta yang beroprasi pada distrik Arso Timur.

4.2. Kesehatan

Prioritas yang tak kalah penting adalah pembangunan Pada bidang kesehatan, yakni dengan meningkatkan kulitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat agar tercapai derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Pada tahun 2010 Distrik Arso Timur memiliki 1 Puskesmas induk yang berada di Kampung Wonorejo, sedangkan Puskesmas Pembantu terdapat sebanyak 4 unit. Jumlah tenaga kesehatan pada tahun 2010 berjumlah 17 orang.yang terdiri dari tenaga kesehatan dokter sebanyak 2 orang, perawat 11 orang, bidan 4 orang.

4.3. Agama

Pada distrik Arso Timur pemeluk Agama Kristen Protestan adalah yang terbanyak dengan persentase sebesar 38,80 % dari jumlah penduduk. Penganut agama Islam sebanyak 36,26 %, Khatolik sebesar 24,88 %, dan Hindu sebesar 0,04 %. Sedangkan penduduk Distrik Arso Timur yang memeluk agama dan kepercayaan lain sebesar 0,02 persen. Jumlah rohaniawan agama Protestan sebanyak 12 orang. Agama Khatolik memiliki rohaniawan sebanyak 19 orang dan Islam sebanyak 7 orang.

5. Pertanian

Distrik Arso Timur mayoritas masyarakatnya merupakan petani kakao, yang tersebar di 11 kampung. Sedangkan kelapa sawit merupakan komoditi yang terbanyak kedua setelah kakao yang berada pada 5 kampung, Komoditi unggulan lain yang ada di Distrik Arso Timur antara lain pinang, holtikultura, umbi-umbian. serta padi yang hanya terdapat di kampung Yamara dan Wonorejo. Pada pendataan PSPK 2011 tercatat jumlah seluruh ternak sapi di Distrik Arso Timur adalah 557 ekor. Kampung Wonorejo merupakan kampung dengan jumlah ternak Sapi terbanyak yang berjumlah 334 ekor sapi atau sebesar sebesar 60% dari keseluruhan kampung di Distrik Arso Timur.

6. Transportasi dan Telekomunikasi

Infrastrutur jalan yang menghubungkan antar kampung masih belum baik karna masih banyak jalan yang rusak serta belum terjamah pengaspalan, hal ini menyebabkan transportasi menjadi hal yang sedikit sulit bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang tinggal pada daerah kampung garis belakang di Distrik Arso Timur. Hal ini tentu akan menyebabkan kurangnya mobilitas penduduk, yang berdampak pada lambatnya pertumbuhan ekonomi. Saat ini sarana transportasi utama yang digunakan di Distrik Arso Timur adalah ojek. Jumlah pangkalan ojek di Distrik Arso Timur sebanyak 9 pangkalan dengan sekitar 184 orang penyedia jasa ojek. Demikian halnya sarana Telekomunikasi di Distrik Arso Timur saat ini masih terdapat daerah yang belum terjangkau signal handphone serta siaran televisi seperti pada kampung Yetty, Kriku, Sangke, Kibay dan Skofro.

7. Keuangan dan Harga

Dikarenakan posisi beberapa kampung yang masih susah di jangkau serta kondisi jalan yang masih belum baik di sebagian besar wilayah kampung distrik Arso Timur mengakibatkan Harga barang kebutuhan pun sedikit lebih tinggi di banding dengan beberapa daerah lain di kaupaten Keerom. Harga eceran bahan pokok selama tahun 2010 mengalami sedikit kenaikan. Sepanjang tahun 2010 harga sembako sedikit mengalami perubahan harga. Beras dolog dijual dengan rata-rata harga Rp 7,000. Ikan asin tiap kilogramnya dijual dengan rata-rata harga Rp 30.000. Minyak goreng dijual dengan rata-rata harga Rp 13,583 per liter, gula pasir dijual dengan rata-rata harga Rp 13,083 per kilogram, garam dijual dengan rata-rata harga Rp 3,917 per 500gram, sabun mandi per batang dijual dengan harga Rp 3,000 Sedangkan tepung terigu dijual dengan rata-rata harga Rp 9,240 per kilogram. Harga eceran bahan bakar minyak di Distrik Arso pada setiap kampungnya mempunyai harga yang relatif sama yaitu bensin murni dijual dengan rata-rata harga Rp 7000 solar Rp 6.000 dan minyak tanah Rp 4000.

8. Listrik

Jumlah kampung yang telah teraliri listrik PLN di Distrik Arso Timur pada tahun 2010 sebanyak 5 kampung. dengan jumlah total 560 pelanggan.6 kampung lainnya menggunakan listrik dari Genset yang di kelola secara swadaya, untuk jumlah rumah tangga pelanggan terbesar listrik PLN adalah di Kampung Wonorejo. Total penjualan listrik selama 2010 sebesar 7.744.386 Kwh. Penjualan listrik terbesar diarahkan pada pelanggan rumah tangga yaitu sebesar 5.717,251 Kwh atau sebesar 73.9 % dari total penjualan. Sedangkan yang terkecil ada pada pelanggan industri yaitu sebesar 582 Kwh atau 0.1 % persen dari seluruh daya listrik yang terdapat di Distrik Arso Timur.

 

Note: diatas hanya penjelasan secara garis besar. Untuk data lengkapnya silahkan kunjungi link ini.. keeromkab.bps.go.id

Profil Kepala Daerah

Polling

Menurut anda apakah program pembangunan di kabupaten Keerom berjalan dengan baik?



 

Pemprov. Papua

Back to top